YBHA dan Forhati Aceh Barat Edukasi Siswa SMK Negeri 2 Meulaboh tentang Bahaya Bullying

Pendidikan 13 Sep 2026 10:01 • 3 min read • 323 views • By Nauval Farabi
YBHA dan Forhati Aceh Barat Edukasi Siswa SMK Negeri 2 Meulaboh tentang Bahaya Bullying
ACEH BARAT- Isu perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan terus menjadi perhatian berbagai pihak. Perilaku yang kerap dianggap sebagai candaa...

Share berita ini

ACEH BARAT- Isu perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan terus menjadi perhatian berbagai pihak. Perilaku yang kerap dianggap sebagai candaan tersebut dapat menimbulkan dampak serius, baik terhadap kondisi fisik maupun kesehatan psikologis korban.


Sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya perundungan, Yayasan Bantuan Hukum Anak (YBHA) Peutuah Mandiri Aceh Barat berkolaborasi dengan Forhati Aceh Barat menggelar Penyuluhan Hukum bertajuk “Bahaya Bullying” di SMK Negeri 2 Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat.


Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 11 September 2026, bertempat di Aula SMK Negeri 2 Meulaboh dan diikuti oleh para siswa serta guru.


Ketua YBHA Peutuah Mandiri Aceh Barat, Ahhadda, S.Pd, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya dan konsekuensi dari tindakan perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.


Menurutnya, bullying bukan sekadar tindakan bercanda atau saling mengejek, tetapi dapat memberikan dampak yang panjang terhadap korban, mulai dari gangguan psikologis, trauma, hingga dalam kondisi tertentu dapat berujung pada tindakan yang membahayakan nyawa.


“Dampak bullying tidak bisa dianggap sepele. Karena itu, penting bagi siswa untuk memahami bahwa setiap tindakan yang dilakukan terhadap orang lain memiliki konsekuensi, termasuk konsekuensi hukum,” ujar Ahhadda.


Ia menjelaskan, seseorang yang melakukan tindakan perundungan dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Oleh karena itu, pencegahan bullying membutuhkan keterlibatan seluruh elemen sekolah.


“Guru dan siswa harus bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan bebas dari bullying. Jangan sampai tindakan yang awalnya dianggap sebagai candaan justru memberikan dampak buruk bagi orang lain,” katanya.


Kegiatan penyuluhan berlangsung interaktif. Antusiasme siswa terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sejumlah peserta secara aktif menyampaikan pertanyaan, tanggapan serta kesimpulan mengenai materi yang telah disampaikan.


Keaktifan tersebut menunjukkan adanya ketertarikan siswa untuk memahami persoalan bullying sekaligus mendorong perubahan sikap dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih positif.


Sebagai bentuk apresiasi, Forhati Aceh Barat juga memberikan hadiah kepada siswa yang berani tampil menyampaikan tanggapan dan kesimpulannya terkait materi penyuluhan.


YBHA Peutuah Mandiri Aceh Barat, Forhati Aceh Barat dan pihak SMK Negeri 2 Meulaboh berharap pengetahuan yang diperoleh para peserta tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Ahhadda menambahkan, edukasi mengenai bahaya bullying perlu terus diperluas agar semakin banyak siswa memahami pentingnya menghargai sesama, menjaga sikap dan berani mencegah terjadinya perundungan.


“Kami berharap peserta dapat menindaklanjuti pengetahuan dan sikap yang diperoleh dalam kegiatan ini untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kegiatan seperti ini dapat memperluas jangkauan edukasi kepada lebih banyak individu sekaligus mendorong perubahan perilaku yang lebih baik,” pungkasnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Berita Aceh Terkini